Alat Musik Sasando: Harmoni Khas dari Pulau Rote NTT

Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Rote, memiliki sebuah warisan seni musik yang sangat unik dan telah mendunia, yakni Sasando. Alat musik dawai tradisional ini memiliki bentuk fisik yang sangat memukau, menyerupai alat musik harpa namun dengan wadah resonansi atau selubung yang terbuat dari anyaman daun lontar, tanaman khas yang banyak tumbuh di daratan NTT.

Secara etimologi, kata “Sasando” berasal dari bahasa Rote yang berarti “alat yang bergetar” atau “berbunyi”. Alat ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari tangan kiri dan kanan secara bersamaan. Dawai-dawai yang dibentangkan di atas tabung bambu akan menghasilkan alunan nada yang sangat lembut, menenangkan, dan memiliki nuansa magis, yang sering kali mengingatkan kita pada keindahan alam dan laut Rote yang tenang.

Dalam perkembangannya, Sasando telah mengalami berbagai inovasi. Pada awalnya, Sasando memiliki dawai terbatas yang terbuat dari serat alam. Kini, Sasando modern dapat memiliki hingga lebih dari 30 dawai kawat baja dan dilengkapi dengan spul (pick-up) elektrik agar suaranya dapat diamplifikasi dalam pertunjukan berskala besar tanpa menghilangkan kekhasan resonansi daun lontarnya.

Mendengarkan permainan musik Sasando secara langsung adalah sebuah pengalaman yang menyejukkan jiwa. Banyak maestro lokal yang terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan Sasando ke kancah internasional. Mempelajari dan mendukung seni tradisional ini adalah langkah penting agar melodi indah dari ufuk selatan Indonesia tidak lekang oleh zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version